Legal Analysis on the Seaworthiness of High-Speed Passenger Ships (HSC) and Challenges in Shipping Safety Supervision in the Waters of the Riau Islands
Research Study at Sekupang Domestic Port
DOI:
https://doi.org/10.55606/ijel.v3i2.116Keywords:
Ship Airworthiness, High-Speed Craft, Shipping Safety, Sekupang Domestic PortAbstract
This research is based on the importance of shipping safety to protect passengers, crew, and the maritime environment from high risk of accidents, especially on high-speed ships that have special operational characteristics. Legal arrangements related to HSC seaworthiness have been regulated in various national regulations such as Law Number 17 of 2008 concerning Shipping, Regulation of the Minister of Transportation Number PM 12 of 2022, as well as international conventions such as SOLAS, MARPOL, and STCW. However, its application in the field still faces various obstacles. This study aims to analyze the law regarding the seaworthiness of high-speed passenger ships (HSC) and challenges in the supervision of shipping safety in the waters of the Riau Islands, with a focus on the study at Sekupang Domestic Port, Batam City. This study uses normative juridical methods to analyze applicable laws and regulations and empirical sociological methods to explore field information through interviews and observations of related parties, such as port authorities, ship operators, and crew members at Sekupang Domestic Port. The results of the study show that the implementation of HSC seaworthiness in the waters of the Riau Islands is not optimal. The main obstacles include a lack of trained human resources, inadequate inspection facilities, weak law enforcement, ineffective inter-agency coordination, and low awareness and education on the importance of maritime safety. Based on these findings, it is recommended that the Batam Special KSOP improve the competence of inspectors and supervisors through a continuous training program. The government is expected to allocate a budget for investment in modern inspection facilities and equipment. In addition, the maritime community, especially operators and crew members, need to increase their awareness and understanding of shipping safety through active participation in education and training programs. With these efforts, it is hoped that the implementation of HSC seaworthiness can be more optimal, thereby improving shipping safety in the waters of the Riau Islands.
References
Ali, A. (2012). Menguak teori hukum (legal theory) dan teori peradilan (judicialprudence). Jakarta: Kencana Prenada Group.
Anonymous. (2023). Buku pedoman penyusunan proposal dan tesis program magister ilmu hukum pascasarjana (S2). Batam: Universitas Batam.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Atmasasmita, R. (2019). Teori hukum integratif. Bandung: Mandar Maju.
Dimyati, K. (2015). Teorisasi hukum, studi tentang perkembangan pemikiran hukum di Indonesia 1945-1990. Surakarta: Muhamadiyah University Press.
Efendi, A., et al. (2017). Teori hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum normatif dan empiris. Depok: Prenadamedia Group.
Erniyanti, & Purba, D. F. (2024). Penataan penegakan hukum maritim menuju Indonesia maju. Batam: Gita Lentera.
Friedman, L. M. (2009). Sistem hukum dalam perspektif ilmu sosial, "The Legal System: A Social Science Perspective". Bandung: Nusa Media.
Friedman, W. (2010). Teori dan filsafat hukum, telaah kritis atas teori-teori hukum (Susunan I) (M. Arifin, Trans.). Jakarta: Rajawali.
Fuady, M. (2013). Teori-teori besar (grand theory) dalam hukum. Jakarta: Kencana.
Gustian, A. S., Respationo, S., Erniyanti, & Anatami, D. (2022). Analisis yuridis kewajiban melaporkan pelaku kejahatan narkotika kepada aparat penegak hukum. Jurnal Catatan Keadilan dan Kemanusiaan, 2(1).
Hamzah, A. (2014). Laut teritorial dan perairan Indonesia (Himpunan peraturan). Jakarta: Akademika Pressindo.
Hamzah, A. (2018). Kamus hukum. Bandung: Citra Umbara.
Huijbers, T. (2011). Filsafat hukum. Yogyakarta: Kanisius.
Irawan, P. (2015). UU pelayaran: Dari masa ke masa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Lasse, D. A. (2014). Keselamatan pelayaran di lingkungan teritorial pelabuhan dan pemanduan kapal (Edisi pertama, Cetakan kesatu). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mamudji, S. (2015). Penelitian hukum normatif suatu tinjauan singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Menteri Perhubungan. (2017). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 39 Tahun 2017 tentang pendaftaran dan kebangsaan kapal.
Menteri Perhubungan. (2021). Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 112 Tahun 2021 tentang penunjukan kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) untuk melaksanakan survei dan sertifikasi statutoria pada kapal berbendera Indonesia.
Menteri Perhubungan. (2022). Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2022 tentang kelaiklautan kapal kecepatan tinggi berbendera Indonesia.
Muhajir, N. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Roke Sarasin.
Parameswara. (2023). Implikasi hukum penempatan TKI ilegal. Jurnal Studi Akademik dan Praktik Multidisiplin, 1(3). https://doi.org/10.35912/jomaps.v1i3.1580
Pemerintah Republik Indonesia. (2002). Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang perkapalan.
Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang kepelabuhanan.
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang pelayaran.
Putra, I. W. (2015). Peraturan dan penegakan hukum di laut. Jakarta: Erlangga.
Rahardjo, S. (2016). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Rasyidi, L. (2006). Dasar-dasar filsafat hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
Respationo, S. (2013). Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih menuju zona integritas wilayah bebas korupsi. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 42(1). https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/5867
Respationo, S. (2020). Urgensi prolegda dalam penetapan kebijakan pemerintahan daerah. Batam: Mustika Khatulistiwa.
Sardjono, S. (2014). Beberapa aspek hukum laut privat di Indonesia. Jakarta: Mikamur Express.
Sidharta, A. (2016). Meuwissen tentang pengembangan hukum, ilmu hukum, teori hukum dan filsafat hukum. Bandung: Refika Aditama.
Singarimbun, M., & Effendi, S. (2015). Metode penelitian survei. Jakarta: LP3E.
Siregar, M. (2011). Beberapa masalah ekonomi dan manajemen pengangkutan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2003). Penelitian hukum normatif suatu tinjauan singkat (Cetakan ketujuh). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Soemitro, R. H. (2015). Metodologi penelitian hukum (Cetakan kedua). Jakarta: Ghalia Indonesia.
Soeryasumantri, J. S. (2008). Filsafat ilmu sebuah pengantar populer. Jakarta: Sinar Harapan.
Sudjatmiko, F. D. C. (2009). Pokok-pokok pelayaran niaga. Jakarta: Akademika Pressindo.
Sugono, B. (2001). Metoda penelitian hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suhartono, I. (2009). Metode penelitian sosial suatu teknik penelitian bidang kesejahteraan sosial lainnya. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Tanya, B. L., et al. (2019). Teori hukum, strategi tertib manusia lintas ruang dan generasi. Yogyakarta: Genta Publishing.
Triyanto, J. (2015). Bekerja di kapal (Cetakan pertama). Bandung: Mandar Maju.
Umar, M. H. (2015). Hukum maritim dan masalah-masalah pelayaran di Indonesia. Jakarta: Fikahati Aneska.
Woodward, F. H. (2012). Manajemen transport. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 International Journal of Education and Literature

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.